Anak-anak yang Terluka Satu per satu, wajah-wajah lama dari Rumah Lia mulai muncul di media sosial milik Rumah Cahaya. Video-video testimoni bertebaran. Anak-anak remaja yang dulu pernah dibina di Rumah Lia—sebagian sudah lulus, sebagian pergi karena masalah disiplin—muncul sambil mengucapkan kalimat-kalimat seperti: > “Di Rumah Lia kami dikekang.” “Kami tidak bisa berekspresi.” “Kami tidak diajari cara jadi pemenang. Kami diajari cara jadi lemah.” Konten-konten itu viral. Nama Reyhan perlahan kembali muncul di komentar-komentar netizen dengan berbagai spekulasi: > “Bukankah dia mantan kriminal?” “Kalau anak-anak aja pada pergi, berarti ada yang salah dong?” “Rumah Cahaya lebih transparan. Rumah Lia sudah usang.” Reyhan tidak merespons. Tapi Saras dan Toni tak tinggal diam.

