Bab 86

1613 Kata

Anak-anak yang Terluka Satu per satu, wajah-wajah lama dari Rumah Lia mulai muncul di media sosial milik Rumah Cahaya. Video-video testimoni bertebaran. Anak-anak remaja yang dulu pernah dibina di Rumah Lia—sebagian sudah lulus, sebagian pergi karena masalah disiplin—muncul sambil mengucapkan kalimat-kalimat seperti: > “Di Rumah Lia kami dikekang.” “Kami tidak bisa berekspresi.” “Kami tidak diajari cara jadi pemenang. Kami diajari cara jadi lemah.” Konten-konten itu viral. Nama Reyhan perlahan kembali muncul di komentar-komentar netizen dengan berbagai spekulasi: > “Bukankah dia mantan kriminal?” “Kalau anak-anak aja pada pergi, berarti ada yang salah dong?” “Rumah Cahaya lebih transparan. Rumah Lia sudah usang.” Reyhan tidak merespons. Tapi Saras dan Toni tak tinggal diam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN