Malam ini langit terlihat cerah, secerah hati dua insan yang tengah di mabuk cinta. Bagas duduk di ruang tamu menanti pujaan hati yang tengah bersiap mematut diri untuk dinner yang ia adakan. Beberapa saat kemudian, bidadari yang Bagas nanti-nanti akhirnya keluar dari persembunyiannya. Menurutnya, malam ini Dinda lebih cantik seratus bahkan seribu kali lipat dari malam-malam sebelumnya. "Maaf, ya Mas agak lama, soalnya aku nyari- nyari anting dulu," Bagas hanya menanggapi dengan senyuman. Rasanya ingin melontarkan rayuan gombal di depan Dinda, tetapi apa daya mulutnya tak sanggup terbuka. Tak mau menyia-nyiakan waktu dan kesempatan langka yang sulit ia dapatkan akhir-akhir ini, Bagas menarik lengan Dinda kemudian mengunci pinggang ramping wanita itu. "Mas Bagas!" protes Dinda dengan k

