"Ahh!! Sssshh!!" Lenguhan memenuhi ruang sempit di dalam mobil yang perlahan mulai bergoyang ringan. Bagas menurunkan jok kursi tempat Dinda duduk. Ia ingin lebih leluasa menyentuh tubuh perempuan yang membuatnya mabuk kepayang itu. Bagas tak ingin bertindak terlalu jauh. Ibarat menyantap makanan, Bagas hanya ingin mencicipi sedikit lebih banyak. Itu saja. Tubuh Dinda menggeliat tak sabar ketika tangan Bagas menelusup di bawah dressnya. Bagas dapat merasakan keringat dingin yang membahasi kulit Dinda. Hal ini membuat milik Bagas mulai menegang. Apalagi mulutnya kini penuh dengan daging kenyal segar yang sungguh memabukkan. Surga dunia!! Itulah yang ada di pikiran Bagas saat ini. Dinda membuatnya lupa akan segalanya. Semula Bagas tak yakin ada wanita yang mampu menggeser posisi Renata

