"Malam itu mama tak sengaja melihat Kalian-- berciuman." Keadaan menjadi hening seketika. Bahkan angin pun seakan berhenti berhembus. Inggrit melihat wajah Dinda yang berubah pucat. Inggrit buru-buru menyentuh dan mengusap punggung tangan Dinda. "Dinda.. Kamu jangan salah paham. Mama minta maaf. Mama benar-benar nggak sengaja," ucap Inggrit penuh sesal. "Maafkan Dinda, Ma. Dinda-- tak seharusnya melakukan hal itu dengan mas Bagas." Dinda menunduk. Ia tak sanggup menatap wanita berhati malaikat yang sudah mengentaskannya dari penderitaan. "Maaf? untuk apa Kau meminta maaf?" Air mata tak terbendung lagi. Dinda mengutuk kelakuan cerobohnya itu. "Maaf karena Dinda sudah mengkhianati kepercayaan Mama. Dinda--- sudah berlaku lancang--" "Ssstt!!! Jangan diteruskan, Din. Bukan itu yang in

