Ch-47

1571 Kata

Dinda membuka tas untuk mencari kunci rumah. Sementara itu, Bagas masih berdiri di sampingnya dengan jantung berdebar. Sepanjang perjalanan ia memikirkan cara untuk memulai membicarakan tentang kelanjutan hubungan keduanya. Namun, jangankan berbicara, membayangkannya saja Bagas sudah gugup bukan main. "Terimakasih Mas udah nganterin sampai rumah," Suara Dinda membuat Bagas tersentak. Ia lantas tersenyum canggung. "Mm-- Aku lah yang seharusnya berterima kasih, Din.. Terimakasih sudah menemaniku," Dinda mengulas senyum. Ia membuka pintu dan bergegas untuk masuk ke dalam rumahnya. Namun, tiba-tiba lengannya di tahan oleh Bagas. Dinda urung melangkah masuk, ia mendongak menatap Bagas yang terlihat gusar di sampingnya. "Mas? Ada apa?" tanya Dinda. Bagas masih menahan lengan Dinda. Meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN