Inggrit memasangkan sepatu pada kaki Kevin. Sesekali Inggrit meminta cucunya itu untuk berputar di depan cermin. "Wahh!! Cucu Oma cakep pisan!!" puji Inggrit dengan bangga. Namun, bukannya senang, Kevin terus cemberut dan memanyunkan bibirnya. "Aduh!! kenapa manyun terus sih, cucu Oma.. Kan mau diajak jalan-jalan Papa.." rayu Inggrit. "Kev nggak suka kalau nggak ada kak Dinda! Kenapa sih Kak Dinda nggak mau ikut?! Kak Dinda udah nggak sayang sama Kevin lagi!!" gerutu bocah lima tahun itu. Bagas hanya diam mengamati Kevin dari ambang pintu. Ia melipat kedua lengannya di depan dad@. "Kok Kevin bilang gitu?" jawab Inggrit. "Iya! soalnya Kak Dinda lebih milih pergi sama Om Arkhan daripada Kevin!" Mendengar nama Arkhan seketika membuat Bagas tersentak, tanpa sadar kedua tangannya terle

