Dinda menyelimuti tubuh Kevin. Tak lupa ia mengecup kening bocah laki-laki yang sudah ia anggap sebagai anak sendiri itu (yah meskipun Dinda belum tau bagaimana rasanya memiliki anak). Dinda mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur. Setelah memastikan Kevin tidur dengan nyaman, ia lantas menuju ruang tengah. Dinda menatap Bagas yang duduk memunggunginya. Setelah kejadian kemarin, aneh rasanya melihat Bagas berada di rumahnya malam-malam begini. Dinda berjalan perlahan kemudian duduk pada sofa yang berbeda. Ia memberanikan diri mendongak menatap wajah sang kakak angkat. "Kevin sudah tidur," ucap Dinda datar. Bagas mendongak. Ia menghela nafas kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. "Baguslah," Bagas berdiri dan bergegas untuk pergi. "Mas?" Bagas menghe

