Bagas membiarkan Dinda yang masih memeluk tubuhnya. Setelah beberapa saat, Bagas melepaskan lengan Dinda kemudian berbalik menghadap pada wanita yang sampai detik ini masih ia cintai. "Kau tahu apa konsekuensi nya mengatakan hal itu padaku?" Dinda menunduk. "Aku hanya--- merindukanmu. Itu saja, Mas.. Apakah untuk rindu saja aku tak diizinkan lagi?" lirih Dinda. Bagas menghela nafas. Daripada beradu argumen, dia memilih membicarakan hal lain. "Kau baik-baik saja?" tanya Bagas. Ia teringat saat Dinda terjengkang di belakangnya tadi. "Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah menolongku.." "Gaunmu basah, lebih baik Kau pulang," perintah Bagas. Dinda mendongak. "Mas Bagas sendiri? apa mas baik-baik saja?" "Tak usah peduli padaku, pulanglah," Dinda mengangguk. Mungkin memang sudah tak a

