Dinda mencoba membuka matanya. Kepalanya terasa berat dengan telinga berdengung. Tubuhnya terasa kaku hingga sulit digerakkan. Dinda menatap langit-langit yang tampak asing. "Dimana ini?" Ia kembali memejamkan mata. Dahinya terasa berkedut hebat seakan baru saja terantuk batu besar. "Ahh!! Apa yang terjadi? bukankah seharusnya aku di--- pesta?" Sontak Dinda membuka matanya lagi. Ia mencoba untuk bangkit, tetapi semuanya terasa berat, bahkan tangannya pun tak bisa digerakkan. "Kaki dan tanganku? mengapa rasanya seperti ini? Uhhhkk!!" Dinda mencoba melepaskan diri dari ikatan yang serasa melilit tubuhnya. Setelah tak berhasil, ia menunduk untuk melihat tubuhnya sendiri. "Ahhppp!!!" Dinda hampir saja berteriak, tetapi segera menahannya. Sosok tangan kekar pria melingkar di atas t

