"Sudah sampai," Bagas menatap pintu gerbang tinggi sebuah rumah mewah berlantai dua di hadapannya. Raya terdengar menghembuskan nafas panjang. Ia melepas sabuk pengaman kemudian bergegas untuk membuka pintu. "Besok malam aku jemput jam berapa?" tanya Bagas sebelum Raya keluar dari mobil. Raya menoleh. Ia menatap Bagas cukup lama sebelum akhirnya berkata, "Kau tak perlu menjemput ku. Kau juga tak perlu hadir ke acara Sania," Bagas terdiam beberapa saat. "Mengapa? Apa acaranya diundur?" tanyanya kemudian. Raya menatap serius ke arah Bagas. "Bagas. Sebaiknya kita akhiri semua ini," Bagas terdiam. "Kita tak perlu melanjutkannya lagi. Kurasa tak ada kecocokan di antara kita berdua," terang Raya. "Apa maksudmu? mengapa tiba-tiba begini?" "Seharusnya dari awal Kau menolak apa yang

