Inggrit berdiri di depan sebuah gedung mewah. Ia berkali-kali mengecek layar ponselnya. "Bagaimana kalau Nyonya menunggu di dalam saja?" tawar Mamat pada majikannya. Inggrit menggigit bibir bawahnya dengan ragu. "Aku nggak tenang, Mat! penasaran apa Bagas benar-benar akan datang," Inggrit kembali mengangkat ponselnya untuk menghubungi seseorang. Namun, setengah menit kemudian ia kembali berdesis kesal. "Kemana sih Kamu, Gas! Si Dinda juga kenapa coba?! tiba-tiba kompak nggak bisa dihubungin!" gerutu Inggrit. Mamat hanya bisa menggaruk kepalanya melihat kerisauan majikannya itu. Beberapa saat kemudian sebuah mobil hitam memasuki halaman. Kontan wajah Inggrit berubah sumringah. Ia pun buru-buru berjalan ke arah mobil tersebut. "Bagas! Akhirnya Kamu datang juga!" seru Inggrit. Bagas m

