KAMU YANG TERAKHIR

1341 Kata

*Diani POV* Dekapan hangat Samudera masih saja bisa aku rasakan meskipun waktu sudah seminggu berlalu. Kecupan hangat di puncak kepalaku juga masih terasa hangat seolah baru saja terjadi. Juga kata-kata menenangkan yang tak pernah aku dapatkan dari seorang laki-laki seolah menari-nari di kepalaku. “Semuanya bakalan baik-baik aja, Di. Kita harus kuat apapun yang terjadi nanti,” ucap Samudera kala itu di makam kedua orang tuaku. Meskipun semuanya sederhana, tapi sungguh kata-kata itu menguatkanku. Aku merasa memiliki sandaran hidup. Selama ini aku melakukan semuanya sendiri. Jujur saja aku lelah. Tapi, bersandar pun tak menjamin bahwa hidupku akan lebih baik. Bisa jadi semuanya makin hancur dan berantakan. Namun entah mengapa, bersama Samudera aku berharap bahwa ia benar-benar bisa bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN