IDE GILA

1684 Kata

Semua terperangah melihat Frans terjerembab ke belakang setelah pukulan Samudera berhasil menghantam pipi kiri Frans dengan kuat. Begitu juga dengan Diani yang bahkan ikut terhuyung ke belakang karena terkejut dengan gerakan cepat Samudera menumbangkan Frans. “Apa-apaan ini Pak?!” teriak Frans dengan sekuat tenaga. Amarahnya sudah di ubun-ubun, tapi ia tak bisa melampiaskan amarahnya karena ia hanya sendiri di perusahaan kliennya ini. Tanpa aba-aba, Samudera kembali mengarahkan kakinya untuk menendang Frans yang masih bergeming pada posisinya. “Pak Samudera!” Frans masih meninggikan nada suaranya dan dengan kepayahan mencoba untuk berdiri. “Apa-apaan ini Pak! Apa salah –” BRAK! Suara hantaman tubuh Frans ke kursi yang berada di belakangnya terdengar cukup keras. “Apa yang anda laku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN