Diani berjengit kaget saat ia baru saja akan merenggangkan otot punggungnya. Hampir saja teriakan lolos dari bibirnya, jika saja ia tak kesal melihat ekspresi jahil Samudera yang seolah mengejeknya. “Lupa ya udah punya Suami?” Diani tidak menjawab. Ia lebih memilih beranjak dari kasur dengan wajah dibuat kesal. Padahal jantungnya sudah tak karuan dan sebenarnya ia salah tingkah. Ia tak menyangka akan bergelung nyaman semalaman di dekapan Samudera. Hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Diani mengambil ponselnya di atas nakas dan melotot tak percaya sudah jam sembilan pagi. Ia melirik kesal pada Samudera. “Mas! Sudah siang kok gak bangunin saya!” protes Diani dengan cebikan yang malah terlihat menggemaskan bagi Samudera. "Aku juga baru bangun," kilah Samudera dengan acuh. Dian

