MALAM PERTAMA

1217 Kata

Diani memandang ke arah jendela besar yang memperlihatkan suasana hiruk pikuk ibukota dengan lampu yang begitu gemerlapan. Beberapa tahun hidupnya dihabiskan dengan meninggali apartemen berukuran kecil sekedar untuk bisa merebahkan tubuhnya. Ia tak ada waktu hanya untuk menikmati gemerlapan lampu ibu kota. Kadang pun melihat jendela hanya untuk merenungkan bagaimana hidup bisa berjalan sebegitu lucu untuk dirinya. Klak! Suara pintu terbuka itu membuat Diani mengalihkan pandangannya pada seorang pria yang berdiri di depan pintu. Keduanya saling pandang untuk beberapa saat, sebelum akhirnya pria itu berdehem kecil dan berjalan menuju wanita yang belum genap satu hari menjadi istrinya itu. Diani dengan susah payah menelan ludahnya. Matanya tak lagi sanggup menatap pria yang kini berada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN