“Gimana, Jed? Apa yang mau kamu omongin sama, Tante?” ucap Riani yang kini sudah berbaring nyaman di kasur hotel walaupun masih menggunakan gaun dengan warna senada seperti keluarga inti yang menghadiri pesta Samudera dan Diani. “Tante ngerasa sakit banget ya? Apa pergi bisa buat semua sakit Tante hilang?” tanya Jaden dengan wajah menunduk dan masih menggenggam tangan Riani erat sambil mengusapnya. Tentu saja pertanyaan itu sukses membuat Riani seolah kehilangan udara untuk dihirup. Untuk sepersekian detik, Riani berusaha untuk kembali pada alam sadarnya. Beruntungnya hanya ada mereka berdua sekarang. Jika ada Ali, entah apa yang akan dipikirkan keponakannya itu. “Pergi gimana maksudnya, Jed?” “Pergi ninggalin kami. Ninggalin Tante Diani. Pasti Tante Diani sedih banget kalau Tante Rian

