KELUARGA UNTUK DIANI

2050 Kata

Diani telah sampai di salah satu kota di timur Indonesia. Setelah menaiki kapal selama kurang lebih empat hari, Diani sudah sampai di kota Ternate. Matanya menatap kosong pemandangan indah dengan deretan pulau-pulau berjajar di hadapannya. Matanya beralih pada ponselnya yang sepertinya sudah bergetar dari beberapa waktu lalu. “Halo, Pa.” “Kamu sudah sampai, Di?” suara berat milik Papa mertuanya membuat Diani rindu kepada kedua orang tua yang baru saja ia rasakan kembali kehadirannya. “Diani baru sampai, Pa.” “Kamu harus pindah ke kapal yang lebih kecil nanti. Papa yakin gak ada orang-orang Samudera disana. nanti Biar orang Papa yang jemput kamu di Pelabuhan untuk pindah ke kapal pribadi kita. Kamu baik-baik aja kan, Di?” “Iya, Pa. Tapi mungkin sedikit mabuk laut. Diani baru pertama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN