Melisa menggeliat di balik selimut tebal yang melindunginya semalaman. Hujan yang turun begitu lebat hingga subuh tadi, membuatnya harus bangun kesiangan. Melisa menatap jam dinding dengan mata sedikit menyipit karena silau. Ternyata sudah pukul setengah delapan pagi. Untung saja, hari ini hari minggu. Jadi, Melisa tidak akan merasa dongkol karena bangun di jam segitu. Melisa merentangkan dua tangannya merelakskan otot-otot badanya yang terasa tegang semua. Setelah itu, Melisa menyingkap selimutnya dan turun dari ranjang. Tubuh Melisa terasa dingin saat kakinya menginjak lantai. Nyatanya, dingin yang dibawa hujan semalam masih tertinggal sama dengan rasa kecewa yang dirasakan Melisa semalam. Masih ada tertinggal. Melisa membasuh wajahnya dengan air dari kran wastafel kamar mandi. Dua

