Devan masih asyik dengan main game di ponselnya. Belum ada niat untuk beranjak dari sana, dan segera kembali ke rumahnya. Agar Melisa tidak lagi kelimpungan mencarinya. Devan seolah-olah tidak peduli dengan Melisa. Rayhan yang baru saja kembali dari rumah sakit. Geleng-geleng kepala saat melihat Devan yang masih berada di apartemennya, dengan posisi sama saat Rayhan pergi meninggalkannya ke rumah sakit. “Benar-benar keterlaluan, Devan. Dia nggak peduli sama sekali dengan, Melisa,” batin Rayhan. Rayhan berjalan masuk dan duduk di samping Devan. Devan yang baru menyadari kehadiran si empunya apartemen, tersentak kaget lantas bangkit duduk seraya menatap Rayhan. “Belum pulang lo, Dev?” “Hhmm....” Hanya itu yang keluar dari Devan, membuat Rayhan mendecak sebal. “Ck, lo benar-benar ke

