Persimpangan Jalan

1523 Kata

Devan menghela nafas kasar saat pembahasan papa dan mamanya tidak jauh-jauh dari Honeymoon. Telinga Devan hampir sakit karena hanya itu yang mereka bicarakan. Sementara mertuanya hanya diam dan mengangguk serta tertawa saja menanggapi. Begitu pun, Devan yang hanya diam mendengarkan saja. Fitri yang sejak tadi gatal ingin bertanya di mana keberadaan anaknya. Akhirnya, ia pun memberanikan diri untuk bertanya pada Devan. Fitri berdehem sebelum bertanya, “Nak Dev, Melisa di ma—na, ya? Kok, nggak sama kamu?” Devan melirik mertuanya. Bukan, bukan hanya Devan, tapi Diana dan Damar juga menoleh ke arah Fitri yang tersenyum ke arah Devan. Fitri berharap tidak ada yang menyadari senyumnya yang sangat terpaksa itu. Devan membenahi duduknya, dan seolah-olah mencari jawaban atas pertanyaan Fitr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN