“Kaki kamu kenapa jadi membiru? Ram? Hei?” Agnes kembali tersadar akan satu hal, dia tak ingin bunuh diri lagi karena sekarang dia telah sadar hampir saja mencelakai Rama. Rama sendiri tak menjawab, dia sudah cukup lega di saat Agnes menyingkir dari jembatan, kini mereka berdua pun sudah duduk di dalam mobil, sembari menunggu suasana hati keduanya kembali membaik lalu akan memutuskan harus ke mana selanjutnya. Cukup lama mereka saling membisu, Rama lah yang lebih dulu membuka pembicaraan diantara mereka berdua. Apalagi saat ini, alerginya cukup membaik karena menahannya sedari tadi, berusaha untuk tidak berlebihan dengan penyakitnya dalam situasi seperti sekarang. “Apa yang akan kamu lakukan? Biar aku antar pulang,” tanya Rama. “Jangan, aku nggak mau pulang.” “Ibumu pasti akan mencari

