“Rama, nggak ada pilihan lain, cepat, masuk ke dalam lemari, dalam nya nggak akan membuat kamu sesak,” cecar Agnes, dirinya sangat takut sekarang. Rama menatap Agnes dengan tatapan tajam, memperhatikan wanita itu yang sangat ketakutan membuatnya tiba-tiba iba dan ingin sekali membantunya, rela kalaupun nanti dia merasakan sesak di dalam lemari, entah apa yang berhasil mendorongnya, membuatnya mengangguk mau bersembunyi terlebih dahulu. “Serius? Kamu mau? Terima kasih banget kalau gitu, ayo ....” Agnes tersenyum lega, setelah Rama sudah aman barulah dia ke luar dari kamar tersebut. Membuka pintu kamar secara perlahan lalu memeluk ibunya dari belakang, “Ibu, maaf menunggu lama. Biasa dari kamar mandi he he.” “Aduh, anak ini, he he tak apa, Sayang. Bagaimana hari ini pekerjaan kamu? Ngaja

