“Apa katamu? Aku boleh melakukan apapun? Itu akan sia-sia, Agnes! Sudahlah, lebih baik cepat buatkan aku minum, sangat panas di sini membuatku gerah,” pekik Rama yang tengah mengibaskan tangannya pada wajah. “Maklum aja, di sini rumah nya perebut, meskipun pakai AC tetap aja panas bagimu!” cetus Agnes, dengan sengaja dia mengatakan hal seperti itu. Penuh amarah, di saat dirinya membuatkan sesuatu untuk Rama minum, terbesit dalam pikirannya mengenai kejahilan, tidak akan sampai mati, paling tidak laki-laki itu langsung jera karena sudah memperlakukan dirinya dengan buruk hari ini. Agnes sudah memasukkan sesuatu ke dalam jus yang Rama inginkan. Terkekeh membayangkan bagaimana nanti ekspresi serta reaksinya, Agnes merapal doa terlebih dahulu agar rencananya berhasil kemudian dengan anggun

