“Rama, anakku ... mau ke mana? Kenapa nggak pakai pakaian formal, bukannya hari ini ada rapat dewan direksi di perusahaan?” tanya Zahra. “Ada sesuatu yang harus aku lakukan, hanya sebentar, Ma.” Zahra pun menyelidik lebih dalam lagi dari cara Rama menjawab sekaligus berbicara tanpa menatap ke arahnya, tidak seperti Rama yang selama ini dia kenal. Mungkinkah itu karena wanita tadi? Pengaruh awal pun sudah tidak baik. Tak ingin terlalu memperhatikan ketidaksukaan akan hal itu, Zahra sebagai orang tua hanya diam dan tetap mendoakan anaknya. Semoga dugaannya tidak terjadi, dia berharap anaknya tak pernah salah jalan dalam bergaul. Rama sendiri tak begitu bersemangat, dia hanya ingin memastikan seseorang itu benar-benar nyata ada atau hanya tipuan di platform. Kesengajaan pula pertemuan itu

