“Tatapan dan pertanyaan seperti apa itu, hmm? Memangnya kenapa jika aku masih sendiri? Terlihat aneh, kah?” Rama jawab dengan candaan. Agnes menggeleng, “Bukan itu maksudnya, aneh aja sedikit he.” “Bahkan kamu tertawa diakhir kalimat, masya Allah. Sudah ... tutup topik ini, kamu tidak akan dilabrak siapapun, tenang saja,” ucap Rama. “Waduh, pikiran macam apa itu? Ha ha, baiklah. Lalu? Bagaimana? Akankah kamu langsung pergi? Jangan sampai terulang kembali, jika memang masih ada pekerjaan yang harus kamu kerjakan, katakanlah, aku nggak akan melarang, kita bertemu bisa kapanpun kamu mau,” cecar Agnes. Rama mengangguk mengerti, pertemuan mereka untuk yang pertama kali, sangat berkesan, berawal dari rasa canggung diantara keduanya, lalu kemudian terjadilah sikap diri masing-masing yang akhi

