"Sore Pak, dengan Bapak Yudhatama?" Siska bertanya saat kami sudah berada di depan meja atas nama Yudhatama. Aku hanya diam saja. Kubiarkan Siska yang berbicara memulai percakapan. Mataku fokus menatap sosok yang kukenal berada di depanku. Dia tidak membalas tatapanku, padahal aku mencuri pandang terus ke arahnya. Ada yang berbeda dari penampilan dokter Ryan saat ini. Dia memakai jas menutupi kemeja putihnya. Pakaiannya terlihat lebih formal. Apa yang dilakukannya di sini? Siapa yang dia temui sehingga pakaiannya begitu formal? "Ya sudah, gue pergi dulu Bro, ntar kita sambung lagi," ucap dokter Ryan bangun dari duduknya, sambil merangkul laki-laki di sampingnya, yang kuduga pasti Pak Yudhatama. Mereka tampak seumuran, teman atau ada hubungan keluarga, aku tidak tahu. "Sip, bisa diatur,

