POV Heru "Pak, ini tidak bisa dibiarkan! Tolong Bapak bantu saya. Lastri itu bohong! Dia pasti pura-pura gila biar lepas dari jerat hukum, dan semuanya dilimpahkan ke saya. Ini nggak adil." Aku meradang marah mendengar kabar terbaru dari Lastri. Bagaimana mungkin semuanya jadi kacau begini. Seharusnya aku bisa lepas dari tindak pidana pembunuhan berencana, karena memang bukan aku yang melakukan semua itu. "Maaf Pak Heru. Saya dan tim sudah berupaya keras untuk membebaskan Pak Heru dari kasus tersebut. Namun, ya … mau gimana lagi Pak. Satu-satunya tertuduh malah terindikasi menderita gangguan jiwa. Apalagi dia kunci saksi utama," ucap Pak Dion--kuasa hukumku. Kukepalkan tangan dengan kuat di atas meja hingga buku-bukunya memutih. Emosiku memuncak. Rasanya kesal sekali mendapati berita g

