Bertemu Lastri dan Dia

1711 Kata

Aku tidak dapat fokus dalam bekerja. Perkataan dan pernyataan cinta Dilan telah mengusik pikiranku. Aku juga bingung kenapa waktu itu bisa menangis. "Aaargh!" Seketika jadi frustasi. Laptop di depan mata terpaksa kumatikan dengan kasar, karena seringnya aku membuat kesalahan. Kuambil lembar kertas dalam amplop yang telah diberikan Dilan dan membaca isinya. Dia bersungguh ingin mengundurkan diri? Aku masih tidak percaya. Kuremas kuat kertas tersebut dan melemparnya sembarang ke arah depan. Kutelungkupkan kepala di atas meja. Kesal. Selang tak berapa lama, bergegas kulangkahkan kaki keluar ruangan dengan cepat. Tatapan heran Siska tidak kugubris sama sekali. Mulutnya seperti bergumam ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan. Langkahku semakin cepat ingin segera sampai di tempat tujuan. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN