Curhat

1460 Kata

Gelas di depan mata hanya kuputar-putar pelan. Sesekali, mengelap embun di sisi gelas dengan jari. Air es di dalamnya masih tersisa setengah, belum kuhabiskan. Pikiranku melayang, mengingat kejadian saat bertemu Alisha dan ucapan Ruby. *** "Yang kuingat kamu ketemu dengannya waktu itu di butik, bukan?" Ruby menanyakan kembali pertemuanku dengan Alisha. Entah apa maksudnya. Ia melirikku sekilas, lalu fokus kembali ke depan jalan. Aku mengangguk mengiyakan. "Kamu sudah kenal dia 'kan sebelumnya?" tanyanya lagi. "Cuma tahu namanya, nggak kenal orangnya." Ruby membuang napas. "Aku nggak suka sama ucapannya. Dia memojokkanmu. Kukira dia alim." Ruby mendengkus dengan menarik sudut bibir ke atas. Aku mendesah. "Bukankah patokan kealiman dan ketakwaan seseorang itu dilihat dari hatinya, bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN