Pov Shanum Bruk! "Maaf, nggak sengaja," sesalku ikut berjongkok mengumpulkan buku yang terhambur di lantai koridor sekolah. Kuakui ini kesalahanku yang berjalan tidak melihat ke depan. Mataku fokus ke layar hape, asyik membalas pesan Santi. Hingga tak kusadari ada si cowok kulkas lewat di depanku dengan membawa tumpukan penuh buku di tangannya. "Ini." Kusodorkan satu buah buku terakhir ke arahnya. Aku tersenyum semanis mungkin biar cowok yang dikenal dingin ini tidak marah apalagi memasang wajah juteknya. Kali saja dibalasnya dengan senyuman pula. Diambilnya buku tersebut tanpa membalas senyumku, kedua sudut bibirku refleks melengkung ke bawah. Cowok yang dijuluki pangeran es ini berlalu pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Menyebalkan. Aku merengut dan menggeleng

