POV Heru Selama ini aku diam-diam memperhatikannya. Aku suka caranya bekerja, santun dalam berbicara, lemah lembut hingga disukai banyak pelanggan. Dia pun tidak lupa mengingatkanku untuk ibadah, yaitu solat. Tidak dengan kata-kata, tapi perbuatan. Di situ aku tertegun. Sudah lama tidak mengerjakan rukun Islam tersebut. Ada yang menyentil jiwaku saat ia mengajarkan anaknya bacaan solat maupun mengaji. Di saat senggang, terdengar lantunan ayat Alquran keluar dari bibirnya. Aku merasa toko-ku menjadi tempat yang nyaman dan menyejukkan. Dari situlah aku belajar agama. Solat mulai kutegakkan. Kuajarkan juga pada Ibu dan Sita. Selama ini kami lupa padaNya. Terlalu menuruti hawa nafsu, hingga terjerumus ke dalam lembah dosa. *** "Her, kamu tidak ingin mencoba berumah tangga kembali?" Pertany

