Mulai menemukan titik terang

1799 Kata

"Non yakin menyetir mobil sendiri?" Ada gurat kerisauan di wajah Mbok Yem. Aku yang ditanya, hanya menganggukkan kepala, mulutku penuh dengan roti yang baru kusuap ke dalamnya. "Atau minta dijemput sama Pak Darwin saja, Non. Mbok rasa itu lebih aman. Lagipula tujuan kalian 'kan sama, kantor polisi." Mbok Yem fokus ke gelas kosong dalam genggamannya, dan mengisinya dengan air s**u. Kunyahan di mulutku berhenti seketika, lalu setelahnya aku menggelengkan kepala mengisyaratkan kata 'tidak'. Mbok Yem mendesah. "Saya itu khawatir Non kenapa-napa. Kalau begitu suruh Jono saja yang menyetirkan mobil Non Delia," lagi, Mbok Yem tidak menyerah memberikan saran. Aku tidak sreg dengan opsi yang disarankan Mbok Yem. Bisa saja minta jemput Om Darwin, tapi sudah terlalu sering merepotkan beliau, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN