"Delia 'kan?" Kepalaku refleks mengangguk. Senyumnya terbit lebih lebar lagi. "Masya Allah, cantik. Nggak nyangka ketemu di sini. Mau ada acara apa nih Sayang, pesan gaun di butiknya Ruby? Gaunnya cantik banget Del, pas di badanmu." Diamatinya penampilanku dari atas ke bawah. Tanganku masih memegang ujung dagu, menahan kerudung yang terpasang di kepala. Aku tidak punya peniti buat merekatkannya. Kugelengkan kepala menjawab pertanyaannya. Bingung harus berucap apa. Lidah ini masih kelu untuk bersuara. Rasanya sulit. Wanita paruh baya di depanku ini malah tersenyum. Kenapa aku bisa segugup ini? Kenapa juga bisa ketemu di sini. "Mama Ira kenal ya sama Delia?" Ruby tiba-tiba sudah ada di samping Mama Ira--ibunya dokter Ryan. "Iya, Delia ini kan temannya Ryan, By," jawabnya masih menatapku

