Melihat kedua ibu dan anak itu masih diam, Ruby berdeham membuka obrolan kembali. "Jadi begini, Ma. Sebenarnya ini rencana dadakan. Mumpung Delia bersedia jadi model pakaian Ruby, dan kebetulan juga Ruby mau mengambil gambar Delia mengenakan gaun ini buat sampel bulan depan. Jadi Ruby pikir kenapa nggak disandingkan saja Delia sama Ryan. Kayaknya akan terlihat lebih bagus lagi, iya kan Ma? Mereka sangat serasi bukan?" jelas Ruby balik bertanya. Mama Ira melirik sekilas ke arah dokter Ryan, terus kemudian ke arahku. Kerutan di keningnya belum juga hilang. "Foto model? Pakaian apa, By? Bukankah di butikmu adanya pakaian muslimah semua?" elak dokter Ryan mempertanyakan. "Hehehe … nggak juga Yan. Kebetulan ini lagi proses menambah market pasar dengan menyediakan juga pakaian laki-laki, sep

