POV Ryan Samar suara ketukan terdengar dari pintu kamarku. Mama? Tumben beliau mengetuk dulu, biasanya langsung buka saja. "Jam berapa kamu pulang, Yan?" Mama merangsek masuk ke dalam kamar, masih dengan memakai mukena setelah pintu berhasil kubuka. Dia menggeleng melihat kondisi kamarku yang berantakan. "Subuh, Ma. Ada Anton yang datang cepat, jadi Ryan putuskan pulang saja," jawabku menguap dengan mulut terbuka lebar. Berapa kali mulut ini terbuka dengan sendirinya. Rasa kantuk sudah menjalar memberatkan kedua mataku. "Ya sudah. Bawalah tidur sebentar. Nanti pagi Mama bangunin. Kita sarapan bersama," ujar Mama mengacak rambutku. Aku hanya mengangguk mengiyakan. Pintu ditutup kembali setelah Mama keluar dari kamar. Kurebahkan tubuh ini di atas kasur empuk dengan memejamkan kedua m

