"Argh …!" Dewi meringis saat pipinya dicubit gemas Ma Ira. "Kalau ngomong tuh yang benar, Wi. Sembarangan bilang Ryan yang mau nikah. Calonnya aja belum ada, mau nikah sama siapa dia, patung?" rutuk Ma Ira menggelengkan kepalanya setelah berhasil mencubit gemes Dewi. "Aduh, sakit Ma." Dewi mengusap pelan pipinya. "Iya, tadi bercanda doang. Cepetan Ma, carikan dia pacar atau istri. Dewi lihat dari kemarin, itu anak galau mulu, kenapa ya? Lagi patah hati? tapi sama siapa? Dewi nggak pernah dengar dia punya pacar? Dasar jomblo sejati," Cecarnya sambil berpikir menerawang. "Iya, dia patah hati karena sempat Mama larang dekat sama perempuan," sahut Ma Ira melirik ke arahku. Aku melongo mendengarnya. Lalu seketika mencoba mengendalikan diri, dan bersikap sewajarnya. Entah kenapa ucapan Mama I

