Pertemuan yang Meresahkan

1178 Kata

Aku terkesiap saat menelisik penampilannya, ada yang beda. Tidak kutemukan lagi kemewahan dari lelaki yang selalu berpakaian parlente dengan gaya necis. Di depanku saat ini hanyalah lelaki biasa, mengenakan kemeja putih dengan tangan yang digulung sampai siku. Tidak ada jam tangan mewah menghiasi pergelangan tangannya. Cuma ada kacamata yang bertengger di pangkal hidung bangirnya. Walaupun sudah menua, lekuk wajahnya masih bisa kukenali dengan baik. Dia masih memandangku dengan sorot mata teduhnya. "Maaf, sa--saya pergi dulu." Dengan terbata aku berhasil membalas ucapannya. Walaupun kuyakin bukan ini jawaban yang diharapkannya. Aku berbalik segera pergi berusaha menjauh. Masih sempat kutangkap gerakan bibirnya yang ingin mengatakan sesuatu padaku, tapi tertahan. Aku tidak peduli, bagik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN