"Kamu yakin tidak ingin pergi ke kantor polisi?" Om Darwin bertanya untuk yang ketiga kalinya. Aku menggeleng, lalu menatap lekat Om Darwin yang sedang fokus menyetir. "Kenapa ya, Om kayaknya ngotot sekali ingin Delia pergi ke sana?" tanyaku penasaran. Om Darwin menoleh sekilas lalu tersenyum. "Nggak apa, cuma penasaran saja. Kamu memangnya tidak ingin tahu keadaan Lastri setelah ketahuan berpura gila?" Aku menggeleng kembali. "Lagi malas Om. Mungkin nanti Delia akan ke sana, tapi tidak sekarang, Delia lagi nggak mood," jawabku sambil mengamati jalan raya. Om Darwin memang berencana pergi ke kantor polisi untuk memberikan keterangan akan keberadaan kami di RSJ. Apa juga yang melatarbelakangi kami ada di sana. Mungkin bisa jadi kami diminta jadi saksi karena ikut menyaksikan apa yang

