Kebenaran Lastri

1691 Kata

Semua orang di ruangan ini mengatur posisi masing-masing, mencari tempat yang nyaman untuk menyaksikan apa yang terlihat di layar segi empat yang sedang menyala ini. Tampak di layar, sebuah ruangan bercat putih, dengan satu tempat tidur. Kulihat Lastri baru tiba di sana diantar oleh dua perawat. Lalu ditinggal sendiri. Kuperhatikan dia duduk diam dengan pandangan mata menerawang. Om Darwin memintaku duduk di sampingnya dengan memundurkan satu bangku ke arahku. Aku yang awalnya ingin duduk, malah tidak jadi saat melihat gerak-gerik seseorang yang menarik perhatianku. Dia tampak gelisah. Berdiri di depan pintu seperti sedang menunggu seseorang. Tangan satunya memegang ponsel seperti sibuk menghubungi seseorang. Tampak juga gurat kekesalan di wajahnya dengan mata menyorot tajam ke ponselnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN