Bab 20

1041 Kata

20 Guncangan di lengan mengejutkan Farzan. Dia membuka mata dan beradu pandang dengan sepasang mata beriris cokelat muda milik Tanti. Perempuan tersebut meringis dan menyebabkan Farzan menyadari bila istrinya tengah berkeringat. "Kenapa?" tanya Farzan, sambil mengucek matanya. "Perutku sakit," cicit Tanti. "Mules diare?" "Bukan, tapi aku lagi dapat." Farzan mengerjap-ngerjapkan mata. Sekian detik berikutnya barulah dia memahami arti kalimat sang istri. "Minum obat pereda nyeri aja." "Enggak bawa," balas Tanti sembari memijat-mijat perutnya. "Kalau nggak salah, di dashboard mobil ada." Farzan menyibak selimut dan bangkit duduk. "Tunggu, ya, kuambilkan dulu," lanjutnya yang dibalas anggukan Tanti. Setelah Farzan menjauh, Tanti berbaring miring ke kanan di kasur yang baru dit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN