23 Semenjak malam itu, Tanti pindah ke kamar bagian belakang yang menghadap balkon. Dia juga menjaga jarak dengan Farzan dan hanya berbincang seperlunya. Bila ada lelaki bermata sendu itu di rumah, Tanti akan mengurung diri di kamar dan mengunci pintunya. Sedapat mungkin dia menghindari interaksi dengan Farzan. Supaya kondisi hati dan diri Tanti tetap terkendali. Hal itu menyebabkan Farzan gundah. Dia kehilangan sosok Tanti yang akan menyalaminya dengan takzim, bila hendak berangkat kerja ataupun baru tiba di rumah. Selain itu, Farzan juga kesulitan untuk tidur. Hidungnya masih bisa mengendus aroma hand body ataupun sampo sang istri di bantal. Hari berganti menjadi minggu. Tanti sengaja lembur agar akhir pekan esok dia bisa meliburkan diri. Biasanya, tiap Sabtu Tanti akan tetap beke

