Bab 24

1020 Kata

24 Tanti terbangun dengan badan nyeri. Demikian pula dengan area sensitifnya yang masih berdenyut. Perempuan bermata cukup besar itu meringis sembari meraba ke bawah. Dia mengeluh dalam hati, karena telah kalah dan terbelenggu hasrat lelaki halalnya. Tanti menoleh ke kanan. Farzan masih tertidur sambil memeluk pinggangnya. Perempuan berbibir tipis tersebut mengamati paras manis suaminya, kemudian membatin bila dirinya tidak akan sanggup berbagi tubuh dan cinta Farzan. Terutama, karena dia telah menyerahkan kehormatannya. Tanti menggeser tangan Farzan. Dia berusaha bangkit meskipun harus bersusah payah. Tanti menyibakkan selimut yang menutupi tubuh polos mereka. Dia tertegun menyaksikan noda merah di seprai yang menandakan kesuciannya telah hilang. Perempuan berleher jenjang itu men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN