84. Kekerasan Lintang

2170 Kata

Kampus memang menjadi tempat yang mempunyai banyak kenangan. Baik buruk, susah senang, bahkan hal positif dan negatif pun ada. Setelah selesai melakukan presentasi dengan lancar. Priska bergegas keluar dari kelas setelah sangat Dosen mengakhiri pertemuan. Ia harus segera membeli beberapa makanan. Ada Rara yang sudah menunggunya untuk pulang di rumah. Tapi, baru ia melangkahkan kaki keluar dari kelas. Seorang pria mencegahnya. Ia menarik lengan Priska dan sedikit menyeret gadis itu agar mengikuti langkahnya.  “Apa sih? Lepasin! Lepasin enggak!” ucap Priska dengan nada kesal. Beberapa pasang mata memang melihat ke arah mereka. Tapi, mereka tidak berani ikut campur. Karena tidak terlalu kenal satu sama lain. Hal itu juga masih terlihat normal dan wajar di mata mereka.  “Ikut aku!” jawabnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN