“Priska! Kamu enggak ke kampus? Kayaknya sudah satu minggu kamu di rumah saja!” teriak Robi dari lantai bawah. Suaranya cukup keras. Jadi, tidak mungkin Priska tidak mendengarnya. Kalau adiknya itu tidak menyahutinya. Itu berarti dia memang sengaja mengabaikan dirinya. “Enak saja enggak pernah ke kampus katanya! Jadwalnya memang siang Bang, jangan bawel deh!” balas Priska dengan suara yang tak kalah kerasnya. Gadis itu masih berada di bawah selimut. Tapi jendela dan pintu kamarnya sudah terbuka lebar. Agar udara di dalam kamarnya berganti dengan udara baru yang sejuk dan menenangkan. “Bener nih ya? Jadwal siang? Biasanya berangkat pagi-pagi, kenapa sekarang siang terus?” Robi masih menelisik. Mencari jawaban dari rasa penasarannya. Biasanya, mereka berdua akan duduk bersama dan menikma

