16. Nasib Jomlo

1584 Kata

Santai sore memang selalu menyita waktu. Tak terasa hari telah berganti gelap dan jingga mulai tergeser oleh abu-abu. Kelip bintang mulai bermunculan satu per satu. Hingga gelap malam membuat kerlip itu kian terang benderang. Priska dan Rara masih di sana. Menikmati camilan mereka yang sudah hampir tiada. Priska bahkan membuka lebar mulutnya. Lalu menumpahkan remah-remah sisa kripik ke dalam mulutnya. Hingga habis tak bersisa. Begitu pula dengan Rara. Ia menyedot minumannya hingga kotaknya mengerut. Juga bunyi ‘srot' terdengar jelas dari kuatnya dia menyedot sisa minuman yang ada di dalam kotaknya. Kedua gadis itu tertawa-tawa. Hingga tak sadar ada seseorang yang sedari tadi memerhatikan mereka. Seorang pria yang masih terlihat kusut sehabis pulang bekerja. Pakaiannya ada yang keluar di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN