17. Membandingkan Nasib

1822 Kata

Suasana kamar seorang gadis di siang hari. Tampak cukup berantakan dan tak terurus. Jendela kamar yang dibuka lebar memberikan jalan pada cahaya untuk masuk lebih banyak. Angin semilir berembus ringan. Menerbangkan beberapa anak rambut si pemilik kamar. Suara lemparan kertas terus terdengar. Ritmenya cukup cepat. Hanya berjarak dua hingga tiga menit saja. Kemudian suara lemparan kertas selanjutnya akan kembali terdengar. Desahan keras terdengar di sela-sela lemparan. Terkadang, bahkan sebuah teriakan melengking memecah kesunyian kamar. Bahkan cecak pun tak berani bersuara. Di kamar itu, sang gadis sedang duduk di meja belajarnya. Sebuah laptop terbuka dan menyala terang. Di sisi kanan dan kirinya ada buku-buku tebal yang juga terbuka di salah satu halamannya. Priska berkutat dengan beb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN