70. Cuti

1718 Kata

Gadis itu telah keluar dari ruangan Damar. Pria itu terlihat begitu frustrasi. Dia mengusap wajahnya. Lalu menyembuhkan napas panjang. Merasa begitu kacau dan tak tahu harus bagaimana. Tidak mungkin juga dia meninggalkan semua berkas dan segala tugas yang harus ia selesaikan hari ini.  “Oke, aku akan ambil cuti besok!” ucapnya pada diri sendiri. Dia harus membuang segala energi negatif yang terbentuk karena lingkungannya. Ia akan melepaskan semua emosi itu besok. Agar ia bisa kembali tenang, santai, dan mampu menyelesaikan semua tugasnya dengan baik.  Fitri masuk ke dalam ruangan. Ia duduk, merapikan mejanya. Tak bersuara atau menyapa Damar. Ia terlihat begitu sibuk. Berbanding terbalik dengan Damar yang hanya bengong. Lalu sekarang ia malah teralihkan fokusnya.  “Loh, Pak Damar ada di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN