77. Ancaman Mira

1293 Kata

Di sisi lain. Seorang pria dengan d**a bidang itu sedang merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Begitu nyaman dan empuk. Ia asyik dengan ponselnya yang tipis di genggaman tangannya. Ia mengetikkan banyak kata. Sesekali tertawa sendiri. Lalu, kembali fokus dengan layar ponselnya yang kembali menyala.  Dia menggelengkan kepalanya pelan. Ada senyum tipis di wajahnya. Senyum manis, lembut, dan penuh perasaan. Sebuah perasaan yang dalam. Ia tahu, seseorang yang sedang ia ajak mengobrol di pesan singkat itu memang membutuhkan dukungan darinya. Walau ia sengaja tak menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.  Ia menghela napas, saat pesan terakhir dari seseorang itu berbunyi.  “Maaf, aku ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Sampai jumpa!”  Ada sedikit kekecewaan yang tergambar di wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN