45. Telepon Tengah Malam

1704 Kata

Omah kayu, paralayang Kota Batu. Menyajikan keindahan yang begitu memanjakan mata. Pekat malam tak lagi terasa menakutkan. Bintang menyinari dengan titik-titik sinar yang ia pancarkan. Bulan memucat di sisi sana. Melengkapi nyanyian burung hantu yang siap terbang mencari mangsa. Di seberang sana. Menyajikan kilauan pijar dengan warna keemasan. Titik-titik terang di bawah sana tampak seperti bintang dari sisi yang berbeda. Mereka memberikan keindahan yang serupa, di sisi yang berbeda. Jika mengikuti arah pandang garis vertikal. Itu rampak seperti langit dan bumi menyatu. Seperti bintang yang bertabur di langit dan bumi secara bersamaan. Menyajikan keindahan yang memuaskan untuk dipandang mata yang lelah oleh segala rutinitasnya. Ya, di sana menjadi tempat untuk istirahat paling sempurna.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN