42. Cowok Tampan

1708 Kata

Kejadian di rumah hari itu menjadi rahasia mereka bertiga. Disimpan dalam hening dan bibir yang tetap terkatup rapat. Hari-hari selanjutnya Damar tak lagi berani mengganggu gadis itu. Ia hampir tidak pernah memberikan banyak komentar setiap kali gadis itu bimbingan. Ia hanya akan mengambil berkasnya. Lalu membawanya pulang. Mengoreksi dan memberikan catatan kecil di setiap lembar berkasnya. Di pertemuan selanjutnya pun sama saja. Ia hanya memberikan berkas, lalu berkata, “Kerjakan seperti yang sudah saya beri catatan!” “Baik, Pak. Lalu untuk bimbingan selanjutnya bagaimana, Pak?” gadis itu tersenyum tipis. Dalam hati dia sangat menikmati momen itu. Bimbingan tanpa ceramah panjang dari Damar seperti sebelumnya. “Dua minggu lagi! Kau bisa keluar, teman yang lain menunggu!” jawab Damar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN